Pengumuman

Mulai esok (11 Julai 17) blog ini tidak akan diupdate Oleh kerana blog ini dan blog yang satu lagi mengandungi bahan yang sama, saya rasa adalah wajar untuk menghidupkan satu blog sahaja iaitu mountdweller88 untuk dilayari dengan mudah tanpa gangguan insya Allah Saudara/saudari persilakan ke - mountdweller88.blogspot.com

Sunday, May 7, 2017

Jadi.....apa maknanya ini?

Saturday, May 6, 2017
Mantan Menhan: ISIS 'minta maaf' usai serbu perbatasan Israel

Merdeka.com - Mantan menteri pertahanan Israel mengklaim Negara Islam Irak dan Syria (ISIS) 'meminta maaf' atas serangan yang mereka lakukan. Pernyataannya itu sekaligus pengakuan pertama yang dilakukan negara Yahudi tersebut dengan kelompok teroris itu.

Dilansir stesyen televisiyen Al Araby, Sabtu (6/5), Moshe Yaalon, nama mantan menteri pertahanan itu, mengungkap permintaan maaf tersebut dalam sebuah wawancara. Apalagi, sebuah serangan sporadis baru saja terjadi di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

"Siapapun yang mengganggu kedaulatan kami akan merasakan kekuatan penuh dari kami. Dari banyak kejadian, penembakan berasal dari wilayah yang dikontrol rezim (Assad). Tapi sesekali serangan berasal dari posisi ISIS dan mereka langsung minta maaf," ujarnya.

Pernyataannya itu mengingatkan kembali atas serangan yang berlangsung pada November 2016 lalu. Ketika itu, serdadu Israel menembak mati empat militan yang diduga berafiliasi dengan ISIS, Khalid ibn al-Walid di selatan Syria.

Pengakuan ini merupakan yang pertama, sekaligus mengungkap hubungan langsung dengan kelompok ekstremis tersebut.

Meski demikian, Israel berkali-kali menyatakan enggan terlibat dalam konflik internal Syria. Namun demikian, mantan pegawai ini mengaku perang sipil tersebut masuk dalam kepentingan mereka.

"Ini seperti situasi pertandingan ulang di mana kami membutuhkan kedua tim kalah, setidaknya tidak ada satupun yang menang - kami merasa tentram jika keduanya imbang," ungkap mantan konsul jenderal Israel di New York kepada The New York Times, 2013 lalu.

"Biarkan mereka berdarah-darah, menumpahkan darah sampai mati: itu adalah strategi pemikiran di sini. Selama ini masih ada (perang), tidak ada ancaman nyata dari Syria," ucapnya.

Sementara, seorang reporter Jurgen Todenhofer, yang menghabiskan 10 hari di belakang garis musuh bersama ISIS pada 2015, mengungkapkan fakta bahwa kelompok teror ini sebenarnya takut pada Israel.

Israel sendiri terlibat bersama pemerintah Mesir untuk memerangi afiliasi ISIS di Semenanjung Sinai.

Israel mengambil alih sekitar 1,200 kilometer persegi Golan dari Syria usai perang terhadap negara-negara Arab pada 1967, kemudian menganeksasinya. Tindakan itu dinilai ilegal oleh masyarakat internasional.

Baik Israel maupun Syria, secara teknikal masih dalam status perang, namun bentrok mulai berkurang sejak konflik mulai terjadi sejak 2011. Meski begitu, Israel beberapa kali menyerang militer Syria kerana dianggap menembak duluan, meski beberapa di antaranya terjadi secara tidak sengaja.

Jumaat (5/5) kemarin, tentera Israel menyebut telah membidik sebuah lokasi di Syria untuk membalas tembakan mortar. Tembakan itu mengenai bagian utara daerah pendudukan Dataran Tinggi Golan - sumber

No comments:

Post a Comment

Cakaplah apa saja yang benar asalkan tidak menghina sesiapa