Pengumuman

Mulai esok (11 Julai 17) blog ini tidak akan diupdate Oleh kerana blog ini dan blog yang satu lagi mengandungi bahan yang sama, saya rasa adalah wajar untuk menghidupkan satu blog sahaja iaitu mountdweller88 untuk dilayari dengan mudah tanpa gangguan insya Allah Saudara/saudari persilakan ke - mountdweller88.blogspot.com

Monday, February 22, 2016

Demi cinta dan anak-anak, adakah anda sanggup lakukan begini

Thursday, January 29, 2015
Tidak dicintai suami lagi, wanita dihantar ke pergunungan. Anita keturunan Indonesia diusir suami, mengembara di gunung Chech
Devi Asmadiredja. ©2015 Merdeka.com

Kisah hidup Devi Asmadiredja bikin trenyuh sekaligus luar biasa. Dia adalah wanita warga negara Jerman, keturunan Indonesia yang kini menggelandang di pergunungan.

Sampai 2011, hidupnya baik-baik saja. Punya tiga anak, suami yang mencukupi semua keperluan, dan kehidupan selesa di wilayah timur Jerman. Mendadak, sang suami mengaku tidak mencintai Devi lagi.

Alasannya mengada-ada, Devi tidak boleh berbahasa Cechnya, bahasa tutur orang tua si suami. Wanita 45 tahun itu lantas dikirim ke pergunungan wilayah Pankisi, Georgia, perbatasan Rusia. Jaraknya 3,000 kilometer dari Jerman, seperti dilansir Breitbat.com, Rabu (28/1).

Tidak mau rumah tangganya hancur, dan terutama enggan dipisahkan dari putera-puterinya, Devi menuruti kemauan sang suami. Suri rumah ini hanya dibekali tiket pergi dan wang secukupnya untuk membeli makanan selama 'belajar' bahasa.

Dia rela menempuh perjalanan jauh dan mengasingkan diri di pergunungan demi belajar bahasa Chechnya langsung dari para penuturnya di Pankisi. Tanpa ada kenalan orang lokal, dia nekat naik bas dari Ibu Kota Tiblisi ke wilayah selatan, kerana di sanalah lokasi mayoriti etnik Chechnya.

"Berat meninggalkan anak-anak, saya tidak pernah melewatkan malam tanpa mereka. Tapi saya ingin menguasai bahasa Chechnya sehingga suami boleh menerima saya kembali," kata Devi.

Kehidupan di pergunungan yang penduduknya mayoriti muslim itu berat bagi Devi. Warga Chechnya setempat mengira dia mata-mata Rusia. Cukup banyak milisi pemberontak berasal dari daerah tersebut. Bahkan Petinggi ISIS bernama Abu Umar al-Shishani konon besar di Pankisi.

Tapi Devi tidak menyerah. Dia berhasil.

Sumber: Merdeka.com

No comments:

Post a Comment

Cakaplah apa saja yang benar asalkan tidak menghina sesiapa