Friday, October 14, 2016

Biarlah katanya......

"BIARLAH" KATANYA DSSA

SAYA berkesempatan berbicara dengan DS Shafie Apdal. Memang selalu. Selalunya kami bicara dalam keadaan yang santai, relax dan ketawa2 dan tidak sedikitpun ia rasa resah atau stress dan itu banyak sangat mengajar saya. Tidak seperti orang lain yang selalu ngelabah.

Bila disentuh soal FITNAH yang sering dilontarkan kepada dirinya, selalu saja ia katakan " BIARLAH JI, YANG PENTING KITA KE DEPAN" Katanya sambil menatap bola mata saya dan saya terdiam dan kata-kata itu diucapkan dengan santai serta bersahaja.

Kala saya katakan agar yang memfitnah disaman seperti katanya sekitar 15 orang peguam-peguam yang memang kami akrapi dan DS Shafie menjelaskan " JANGANLAH dan kita jawab saja dengan baik dan berikan penjelasan sebab mereka menulis ikut emosi" Lagi-lagi saya
terdiam dan segera sedikit menganggukkan kepala.

Memang DS Shafie Apdal ini jenis orang yang selalu COOL dan tidak akan mengambil tindakan terburu-buru, jauh mahu susahkan orang yang melakukan dosa kepadanya.

"Mereka itu orang Islam dan tentu tahu memaafkan itu satu sikap yang terpuji dan mulia" Katanya lagi dan kata-kata ini sekali lagi saya benar2 terdiam dan tertusuk sukma.

Memang sejak kebelakangan ini banyak sangat fitnah yang dilontarkan kepadanya dan semuanya ia hadapi dengan tenang, tabah dan sabar dan jauh sekali untuk melenting dan benarlah kata orang seorang Shafie ini jenis pemimpin yang selalu dalam keadaan tenang.

Berulangkali ia katakan yang visinya pedulikan rakyat dan rakyat Sabah perlukan perjuangan dan rakyat Sabah hidup dalam keadaan susah dan hal itu merupakan visi pertama diperjuangkan.

"Yang lain tidak kita pedulikan dan kita harus utamakan kepentingan rakyat dan satukan mereka semua untuk mempastikan kepimpinan yang korup terus disingkir dan diganti dengan kepimpinan yang telus dan berjuang demi rakyat " Itulah harapannya dan harapan itu boleh dicapai jika rakyat bersatu.

ISMAILY BUNGSU
12 oktober, 2016
10:52am

No comments:

Post a Comment

Cakaplah apa saja yang benar asalkan tidak menghina sesiapa